Tags

, ,


“Katanya rumah sakit internasional, tapi kenapa nggak ada tulisan internasionalnya sih di sini?”

Mungkin itu pertanyaan yang reflek terlontar dari seseorang kala mereka telah lebih dulu mendengar tentang rumah sakit tersebut kemudian melihat langsung, justru tidak ada kata internasionalnya. Atau mungkin terlontar, “dulunya ada kata internasional, kenapa sekarang dihapus?”

Adalah suatu kewajaran karena mereka tidak tahu. Sejak tahun lalu (2010) penertiban pemakaian imbuhan Internasional, Global atau Dunia dari Rumah Sakit harus dihapus.

Menurut Kepmenkes no.659/MENKES/PER/VIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia-Kelas Dunia (RSI-KD) pada pasal 3 dinyatakan bahwa setiap rumah sakit dapat dikategorikan sebagai RSI-KD apabila telah memenuhi persyaratan:

  1. telah beroperasi minimal 2 tahun
  2. memiliki izin operasional yang masih berlaku
  3. penetapan kelas RS yang masih berlaku
  4. terdaftar sebagai anggota asosiasi perumahsakitan
  5. tidak sedang dalam keadaan pailit
  6. terakreditasi oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) terhadap 16 pelayanan
  7. terakreditasi dan tersertifikasi oleh badan akreditasi bertaraf internasional.

Bahkan Rumah Sakit yang telah terakreditasi tidak boleh menggunakan kata dunia/global/ointernasional. Tentunya perolehan akreditasi ini didapat apabila telah memenuhi syarat, standar dan kriteria RSI-KD serta telah disertifikasi oleh Badan Akreditasi RS bertaraf internasional yang ditunjuk oleh menteri.

Pun sebenarnya RS dapat diusulkan sebagai RSI-KD apabila telah dilaksanakan terlebih dahulu dengan sebuah pembinaan oleh tim pembina yang dibentuk Menkes berdasarkan standar dan kriteria RSI-KD. Beberapa standar yang harus dimiliki oleh RSI-KD diantaranya adalah:

  1. legalitas RS
  2. visi, misi dan nilai-nilai RS
  3. administrasi dan manajemen RS
  4. program RS
  5. penilaian kinerja RS
  6. sumber daya manusia RS
  7. sarana dan prasarana RS
  8. program monitoring dan evaluasi RS
  9. program peningkatan mutu (quality improvement)

Sesuai dengan UU no 44 tahun 2009 tentang RS, pada pasal 4 perihal akreditasi bahwasannya seluruh RS wajib melakukan akreditasi secara berkala minimal setiap 3 tahun sekali.

Jadi Anda tidak perlu skeptis terkait dengan mutu rumah sakit apabila beberapa tahun yang lalu sangat gencar rumah sakit yang memamerkan namanya dengan imbuhan internasional/global/dunia. Rumah Sakit sudah sepatutnya memiliki kewajiban untuk melakukan akreditasi sebagaimana yang diatur oleh UU, dan apabila ingin menaikkan gradenya agar bertaraf internasional maka seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Namun kenyataan di lapangan, dari ke-9 standar yang sudah saya tulis di atas, ada salah satu standar yang pelaksanaannya cukup dientengkan. Standar tersebut adalah standar no.5: Penilaian Kinerja Rumah Sakit.

Semoga hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, mutu institusi pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit semakin baik dalam memberikan pelayanan terhadap kesehatan masyarakat, juga mengedepankan serta memprioritaskan hak dan kewajiban masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Advertisements